Berita

Sewa Mobil Hybrid Masih Jauh dari Pilihan Konsumen Indonesia

28 March 2016

Mobil Hybrid Masih Jauh dari Pilihan Konsumen Indonesia

Apabila kebijakan kendaraan listrik jadi ditetapkan, PT Mazda Motor Indonesia (MMI) percaya diri dapat bertahan dengan mesin konvensional berteknologi Skyactiv miliknya.

Menurut MMI saat ini mobil listrik belum menjadi pilihan utama konsumen. Oleh karena itu, produsen otomotif masih bisa bertahan meski tak mempunyai kendaraan listrik atau hybrid.

"Saya menilai di Indonesia belum sampai ke kondisi tak punya hybrid jadi tidak bisa bertahan. Bagi kami, seharusnya makin ke sini masyarakat makin mengerti bahwa teknologi canggih bukan hanya sekedar mesin yang berbeda (hybrid atau listrik)," terang Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia Astrid Ariani Wijana.

Bahkan MMI menganggap mobil listrik belum menjadi strata tertinggi dari sebuah kemajuan teknologi. Dimana mesin konvensional masih memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, khususnya dengan tujuan lebih ramah lingkungan dan efisiensi bahan bakar.

"Bagi kami, teknologi canggih itu lebih kepada yang bisa digunakan konsumen sehari-hari, untuk membantu mereka mendapatkan perasaan berkendara yang lebih. Perasaan tersebut bisa rasa aman, nyaman atau pun menyenangkan," tandas Astrid.

Astrid menambahkan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut tak bisa hanya mengandalkan satu komponen saja. Dari sekian banyak fitur yang hadir dalam mobil menurutnya memiliki fungsi masing-masing yang dapat dikembangkan.

"Masa kita mau bilang asal mobil hybrid berarti itu teknologi paling tinggi. Tapi tidak ada power window-nya atau semacamnya. Tidak kan?" tuturnya.

Sembodo RENTCAR melayani rental mobil untuk perseorangan maupun perusahaan. Mobil-mobil seperti Alphard, Innova serta Mini Bus Hiace untuk Pariwisata juga tersedia.

Berita Terkait